PROMKES

PENDAHULUAN
Promkes adalah salah satu BAsic Six (enam Dasar) pelayanan dasar yang dilaksanakan di Puskesmas.
berikut adalah laporan kegiatan Promkes di Puskesmas Sangasanga tahun 2008

PENANGGUNG JAWAB PROGRAM :
IDHA HARIYANI

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2008

LAPORAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
PUSKESMAS SANGASANGA TAHUN 20007

I. PRILAKU MASYARAKAT
Komponen perilaku dan lingkungan sehat merupakan garapan utama promosi kesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk memampukan atau memberdayakan masyarakat agar dapat memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (WHO). Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan bukanlah pekerjaan yang mudah, karena menyangkut aspek perilaku yang erat kaitannya dengan sikap, kebiasaan, kemampuan, potensi dan faktor budaya pada umumnya.
Selanjutnya prilaku kesehatan adalah hal-hal yang dilakukan oleh manusia yang didasari oleh pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang dapat berdampak positif atau negative terhadap kesehatan.
Keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan digambarkan melalui indikator indikator persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, persentase posyandu purnama dan mandiri.

A. CAKUPAN PHBS
Perilaku yang menunjang kesehatan adalah adanya rumah tangga yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Life style atau gaya hidup sangat berpangaruh terhadap keadaan kesehatan seseorang, yang akan mempengaruhi keadaan kesehatan masyarakat. Dimana PHBS ini minimal mencakup 10 Indikator penilaian.
Adapun data cakupan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Masyarakat Kecamatan Sangasanga tahun 2007 (dengan 10 indikator PHBS) adalah :

1. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Adalah tindakan yang dilakukan Bidan/Nakes lainnya dalam proses lahirnya janin dari kandungan ke dunia luar dimulai tanda – tanda lahirnya bayi, pemotongan tali pusat, dan keluarnya placenta yang ada di wilayah Kecamatan Sangasanga.

Dari Grafik diatas dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, di Kec. Sangasanga cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah : tahun 2005 sebesar 70,0%, tahun 2006 sebesar 71,5 dan pada tahun 2007 sebesar 67,4%, hal ini menandakan bahwa persalinan oleh Tenaga kesehatan di Kc. Sangasanga masih rendah karena cakupan tersebut masih dibawah target kabupaten sebesar 75%.

2. ASI Eksklusif
Adalah proporsi bayi usia 0 – 6 bulan yang hanya mendapat ASI sejak lahir. Di Kec. Sangasanga untuk mengetahui tingkat pencapaian dalam pemberian ASI Eksklusif diambil dari hasil survey Kadarzi tahun 2007. Hasil yang diperoleh berdasarkan data hasil survey Kadarzi Kabupaten Kutai Kartanegara, persentase bayi deberi ASI Eksklusif sebesar 21,4 %. Pencapaian ini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan 80% bayi yang mendapat ASI Eksklusif ( Untuk tabel data ASI Eksklusif dapat dilihat pada program gizi). Dengan demikian tingkat pencapaian dalam program ASI Eksklusif ini harus mendapat perhatian yang khusus dan memerlukan pemikiran dalam mencari upaya-upaya terobosan serta tindakan nyata yang harus dilakukan oleh provider di bidang kesehatan dan semua komponen masyarakat dalam rangka penyampaian informasi maupun sosialisasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

3. Mempunyai Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakt ( JPKM ) Prabayar adalah suatu cara penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan yang paripurna berdasarkan azas usaha bersama dan kekeluargaan, berkesinambungan dengan mutu yang terjamin dan biaya terkendali. JPKM meliputi semua penduduk dari semua umur yang tercakup berbagai jenis pembiayaan praupaya seperti Askes, Jamsostek, ASuransi Perusahaan, Kartu Sehat, dll.
Tabel Jumlah Peserta JPKM
di Kecamatan Sangasanga Tahun 200
NO KELURAHAN ASKES
( KK ) JAMSOSTEK
( KK ) ASKESKIN/
GAKIN
( KK ) JMLH %

1 Sangasanga Dalam 283 55 112 450 10,8
2 J a w a 54 37 76 167 4,0
3 Sari Jaya 18 30 69 117 2,8
4 Sangasanga Muara 18 18 109 145 3,5
5 Pendingin 12 29 91 132 3,2
JUMLAH 385 169 457 1011 24,3

4. Tidak Merokok
Masalah asap rokok kini muncul menjadi isu Hak Asasi Manusia, karena udara segar bebas asap rokok hak bagi semua orang. Lebih jauh lagi, bagi bukan perokok pun, asap rokok meningkatkan resiko kanker paru secara bermakna.
Data yang disajikan mencakup penduduk Kec. Sangasanga yang tidak merokok dalam satu bulan terakhir. Berikut ini disajikan grafik persentasi rumah tangga yang tidak merokok di lima Kelurahan di Sangasanga.
Tabel Data Rumah Tangga Yang Tidak Merokok
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JMLAH DIDATA TIDAK
MRKOK % JMLAH DIDATA TIDAK
MRKOK % JMLAH DIDATA TIDAK
MRKOK %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 587 58,6 1025 612 59,7 1112 654 58,8
2 Jawa 785 421 53,6 812 489 60,2 856 512 59,8
3 Sarijaya 362 205 56,6 413 221 53,5 445 241 54,2
4 SS. Muara 502 245 48,8 541 271 50,1 591 295 49,9
5 Pendingin 501 278 55,5 521 297 57,0 598 315 52,7
JUMLAH 3152 1736 55,1 3312 1890 57,1 3602 2017 56,0

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat Pada tahun 2005 ada 1736(55.1%) keluarga yang tdk merokok, tahun 2006 ada 1890 (57,1%) keluarga dan pada tahun 2007 ada 2017 (56,0%) keluarga yang tidak merokok. Hal ini menunjukan bahwa keluarga yang tidak merokok masih sangat rendah karena masih di bawah dari target yang ditentukan oleh Kabupaten yaitu 65 %. Sehingga perlunya Instansi terkait Pemda, Dinas Kesehatan dan Swasta bekerja sama mengintensifkan kampanye anti tembakau mengingat bahayanya merokok bahkan untuk orang yang ada disekitarnyamelalui penyuluhan, promosi anti tembakau, peraturan pemda ttg merokok di tempat umum, dll..

5. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Indikator untuk menilai kebiasaan melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang melakukan aktivitas fisik sedang atau berat selama 30 menit setiap hari.

Tabel Data Rumah Tangga Yang Melakukan Aktifitas Fisik Setiap Hari
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JUMLAH KK DIDATA M’LAKUKAN AKTIFITAS % JUMLAH KK DIDATA M’LAKUKAN AKTIFITAS % JUMLAH KK DIDATA M’LAKUKAN AKTIFITAS %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 978 97,6 1025 1002 97,8 1112 1098 98,7
2 Jawa 785 653 83,2 812 712 87,7 856 754 88,1
3 Sarijaya 362 298 82,3 413 378 91,5 445 412 92,6
4 SS. Muara 502 435 86,7 541 476 88,0 591 532 90,0
5 Pendingin 501 428 85,4 521 487 93,5 598 564 94,3
JUMLAH 3152 2792 88,6 3312 3055 92,2 3602 3360 93,3

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa rumah tangga yang melakukan aktifitas fisik setiap hari:Tahun 2005 ada 2792 (88,6%) rumah tangga, tahun 2006 ada 3055 (92,2%) dan pada tahun 2007 menjadi 3360 (93,3%). Hal ini menunjukan mayoritas Masy. Sangasanga melakukan aktifitas / bekerja setiap harinya
Selain Itu ditunjang dengan banyaknya jumlah klub olahraga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sangasanga, yang dapat dilihat pada tabel berikut :.
No Sepakbola Volley ball Tenis Lapangan Senam Bulutangkis Jumlah
1 10 klub 5 klub 2 klub 2 klub 15 klub 34 klub

6. Makan Sayur dan Buah Setiap Hari
Indikator untuk menilai kebiasaan makan sayur dan buah setiap hari adalah penduduk usia 10 tahun ke atas yang mengkonsumsi gizi seimbang ( nasi, sayur, lauk pauk dan buah ).
Tabel Data Rumah Tangga Yang Makan Sayur Dan Buah
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JUMLAH KK DIDATA MAKAN SAYUR/BUAH % JUMLAH KK DIDATA MAKAN SAYUR/BUAH % JUMLAH KK DIDATA MAKAN SAYUR/BUAH %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 712 71,1 1025 754 73,6 1112 965 86,8
2 Jawa 785 512 65,2 812 542 66,7 856 601 70,2
3 Sarijaya 362 225 62,2 413 289 70,0 445 312 70,1
4 SS. Muara 502 257 51,2 541 325 60,1 591 332 56,2
5 Pendingin 501 317 63,3 521 315 60,5 598 365 61,0
JUMLAH 3152 2023 64,2 3312 2225 67,2 3602 2575 71,5

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa rumah tangga yang melakukan makan sayur dan buah telah mencapai target SPM ( 65 % ). Masyarakat Sangasangan mayoritas mampu membeli dan mengkonsumsi sayur dan buah. Untuk tahun 2005 ada 2023 (64.2%) keluarga yang mengkonsumsi sayur dan buah, tahun 2006 ada 2225 (67,2%) keluarga dan pada tahun 2007 ada 2575 (71,5%) keluarga yang mampu mengkonsumsi sayur dan buah. Hal ini menunjukkan tingkat ekonomi dan gizi masyarakat Sangasanga masih baik namun perlu ditingkatkan lagi.

7. Tersedianya Air Bersih
Indikator untuk menilai rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih adalah rumah tangga yang memakai sehari – hari kebutuhan air minum yang meliputi air minum dalam kemasan, ledeng (PDAM), sumur pompa tangan (SPT), sumur terlindung (Sumur gali), Penampungan air hujan (PAH) serta sumber lainnya (mata air terlindung) yang berjarak 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.
Tabel Data Rumah Tangga Yang Memiliki/Tersedianya Akses Air Bersih
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KLRAHAN TAHUN 2005
JMLH KLRG YG ADA (KK) JMLH KLG DIPERIKSA % KLRG DIPERIKSA AKSES AIR BERSIH % AKSES AIR BERSIH
LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 SS. Dalam 1248 1145 92 641 4 54 2 3 110 814 56,0 0,3 4,7 0,2 0,3 9,6 71,1
2 Jawa 642 585 91 345 1 38 1 2 96 483 59,0 0,2 6,5 0,2 0,3 16,4 82,6
3 Sarijaya 384 352 92 0 0 17 1 1 121 140 0,0 0,0 4,8 0,3 0,3 34,4 39,8
4 SS. Muara 524 512 98 0 2 10 1 0 210 223 0,0 0,4 2,0 0,2 0,0 41,0 43,6
5 Pendingin 568 550 97 0 10 4 6 0 320 340 0,0 1,8 0,7 1,1 0,0 58,2 61,8
JUMLAH 3366 3144 93 986 17 123 11 6 857 2000 31,4 0,5 3,9 0,3 0,2 27,3 63,6
NO DESA/ KLRAHAN TAHUN 2006
JMLH KLRG YG ADA (KK) JMLH KLG DIPERIKSA % KLRG DIPERIKSA AKSES AIR BERSIH % AKSES AIR BERSIH
LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH
1 2 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
1 SS. Dalam 1322 1248 94 822 4 87 12 8 121 1054 65,9 0,3 7,0 1,0 0,6 9,7 84,5
2 Jawa 852 642 75 476 1 35 10 2 109 633 74,1 0,2 5,5 1,6 0,3 17,0 98,6
3 Sarijaya 478 384 80 0 0 45 25 3 132 205 0,0 0,0 11,7 6,5 0,8 34,4 53,4
4 SS. Muara 545 520 95 0 2 57 12 1 231 303 0,0 0,4 11,0 2,3 0,2 44,4 58,3
5 Pendingin 587 568 97 0 13 4 5 2 336 360 0,0 2,3 0,7 0,9 0,4 59,2 63,4
JUMLAH 3784 3362 89 1298 20 228 64 16 929 2555 38,6 0,6 6,8 1,9 0,5 27,6 76,0

NO DESA/ KLRAHAN TAHUN 2007
JMLH KLRG YG ADA (KK) JMLH KLG DIPERIKSA % KLRG DIPERIKSA AKSES AIR BERSIH % AKSES AIR BERSIH
LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH LEDENG SPT SGL PAH KEMASAN LAINNYA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 SS. Dalam 1423 1248 88 1024 6 92 12 12 126 1229 82,1 0,5 7,4 1,0 1,0 10,1 98,5
2 Jawa 957 785 82 543 3 39 10 10 109 714 69,2 0,4 5,0 1,3 1,3 13,9 91,0
3 Sarijaya 502 384 100 235 1 24 25 3 54 342 61,2 0,3 6,3 6,5 0,8 11,3 89,1
4 SS. Muara 621 543 100 0 2 57 12 1 265 337 0,0 0,4 10,5 2,2 0,2 48,8 62,1
5 Pendingin 652 576 100 0 13 36 5 2 346 402 0,0 2,3 6,3 0,9 0,3 60,1 69,8
JUMLAH 4155 3536 85 1802 25 292 64 28 997 3165 51,0 0,7 8,3 1,8 0,8 28,2 89,5

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa mayoritas Masyarakat Kelurahan SS Dalam dan Jawa telah menggunakan/memiliki akses air bersih PDAM sedangkan Kelurahan Sarijaya, SS Muara dan Pendingin masih belum ada aliran Pipa PDAM ke daerah tsb tapi menggunakan sumber air bersih lain untuk konsumsi sehari hari (SPT, SGL, PAH, kemasan, dll), Untuk tahun 2007 Kel. SS. Dalam ada 1024 (82,1%) warga dan Kel. Jawa ada 543 (69,2%) warga yang menggunakan air ledeng. Namun pada tahun 2007 Kel. Sarijaya juga telah memasang/memiliki PDAM yaitu sebesar 232 (61,2%). Sedangkan di Kel.SS. Muara, dan Kel. Pendingin menggunakan sumber air bersih lainnya yang digunakan sebagai akses air bersih (sumber mata air terlindung, penjernihan air dengan obat, dll), Sisanya masih menggunakan air tidak memenuhi syarat yang digunakan sebagai air bersih (air sungai langsung, dll). Namun secara keseluruhan telah mencapai target dari PSM sebesar 70%.

8. Tersedianya Jamban
Yang dimaksud disini adalah rumah tangga yang di data di Kec. Sangasanga yang menggunakan jamban dengan septic tank atau lubang penampungan sebagai pembuangan akhir.
Tabel Data Kepemilikan Jamban Keluarga Yang Sehat
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN DATA KEPEMILIKAN JAMBAN KELUARGA
TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JMLH KK DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT % TDK MEMENUHI SYARAT % JMLH KK DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT % TDK MEMENUHI SYARAT % JMLH KK DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT % TDK MEMENUHI SYARAT %
1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 SS. Dalam 1002 789 78,7 213 21,3 1025 897 87,5 128 12,5 1112 987 88,8 125 11,2
2 Jawa 785 452 57,6 333 42,4 812 651 80,2 161 19,8 856 756 88,3 100 11,7
3 Sarijaya 362 256 70,7 106 29,3 413 321 77,7 92 22,3 445 356 80,0 89 20,0
4 SS. Muara 502 345 68,7 157 31,3 541 360 66,5 181 33,5 591 431 72,9 160 27,1
5 Pendingin 501 365 72,9 136 27,1 521 401 77,0 120 23,0 598 502 83,9 96 16,1
JUMLAH 3152 2207 70,0 945 30,0 3312 2676 80,8 636 19,2 3602 3046 84,6 556 15,4

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa pada umumnya Masyarakat Kec. Sangasanga telah memiliki jamban yang memenuhi syarat kesehatan (jamban dgn septik tang/lubang penampungan) Pada tahun 2005 terdapat 70,0% keluarga, pada tahun 2006 terdapat 80,8% dan pada tahun 2007 terdapat 3046 (84,6%) keluarga yang memiliki jamban dengan septik tank/lubang penampungan sebagai pembuangan akhir. Hal ini telah memenuhi target SPM yang ditentukan Kabupaten yaitu sekitar 70 %.
9. Kesesuaian Luas Lantai dengan Jumlah Penghuni
Data disini maksudnya adalah jika lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari dibagi dengan jumlah penghuni rumah hasilnya lebih dari 2,5 m2 per orang, maka rumah tangga tersebut sesuai antar luas lantai dengan jumlah penghuninya (tidak sempit dan sesak).
Tabel Data Rumah Tangga Yang Sesuai Antara Luas Lantai
Dengan Jumlah Penghuni
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JUMLAH KK DIDATA JUMLAH YANG SESUAI % JUMLAH KK DIDATA JUMLAH YANG SESUAI % JUMLAH KK DIDATA JUMLAH YANG SESUAI %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 825 82,3 1025 878 85,7 1112 954 85,8
2 Jawa 785 510 65,0 812 519 63,9 856 558 65,2
3 Sarijaya 362 235 64,9 413 270 65,4 445 298 67,0
4 SS. Muara 502 287 57,2 541 345 63,8 591 389 65,8
5 Pendingin 501 310 61,9 521 305 58,5 598 335 56,0
JUMLAH 3152 2167 68,8 3312 2317 70,0 3602 2534 70,3

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa mayoritas Masyarakat Sangasanga memiliki rumah yang sesuai antara luas lantai dengan jumlah penghuninya. Secara keseluruhan tahun 2005 mencapai 68,8 % rumah, tahun 2006 70,0% dan tahun 2007 ada 70,3% rumah. Walaupun pada tahun 2007 di Kel. Pendingin masih sekitar 56,0% namun secara keseluruhan telah mencapai target SPM dari Kabupaten yaitu 65%

10. Lantai Rumah Bukan Dari Tanah
Maksudnya Adalah bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan / rumah terbuat dari semen, papan dan ubin(bukan dari tanah).
Tabel Data Rumah Tangga Yang Lantai Rumah Bukan Dari Tanah
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007
JUMLAH DIDATA ∑LANTAI BUKAN TANAH % JUMLAH DIDATA ∑LANTAI BUKAN TANAH % JUMLAH DIDATA ∑LANTAI BUKAN TANAH %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 984 98,2 1025 1020 99,5 1112 1111 99,9
2 Jawa 785 771 98,2 812 802 98,8 856 855 99,9
3 Sarijaya 362 345 95,3 413 407 98,5 445 444 99,8
4 SS. Muara 502 495 98,6 541 535 98,9 591 590 99,8
5 Pendingin 501 491 98,0 521 512 98,3 598 596 99,7
Jumlah 3152 3086 97,9 3312 3276 98,9 3602 3596 99,8

Dari data dan grafik diatas dapat dilihat bahwa mayoritas rumah yang ada di Kec. Sangasanga hampir mencapai 100 % lantai rumahnya bukan dari tanah. Yaitu pada tahun 2005 ada 3086 (97,9%) rumah, tahun 2006 ada 3276 (98,9%) dan pada tahun 2007 ada 3596 (99,8%) rumah dgn lantai bukan dari tanah sehingga masyarakat Sangasanga terhindar dari penyakit .

Dari keseluruhan data diatas, adapun untuk keluarga / rumah tangga yang berPrilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)/Rumah Tangga Sehat di Kec. Sangasanga dimana mencakup / memenuhi 10 indikator tersebut data diatas, dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel Data Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat
Kecamatan Sangasanga Tahun 2005 S/D 2007
NO DESA/ KELURAHAN RUMAH TANGGA TAHUN 2005 RUMAH TANGGA TAHUN 2006 RUMAH TANGGA TAHUN 2007
JUMLAH DIDATA BER PHBS % JUMLAH DIDATA BER PHBS % JUMLAH DIDATA BER PHBS %
1 2 3 4 5 3 4 5 3 4 5
1 SS. Dalam 1002 645 64,4 1025 798 77,9 1112 867 78,0
2 Jawa 785 398 50,7 812 456 56,2 856 523 61,1
3 Sarijaya 362 203 56,1 413 297 71,9 445 312 70,1
4 SS. Muara 502 302 60,2 541 345 63,8 591 387 65,5
5 Pendingin 501 271 54,1 521 289 55,5 598 391 65,4
JUMLAH 3152 1819 57,7 3312 2185 66,0 3602 2480 68,9

Secara umum berdasarkan data dan grafik diatas dapat diketahui bahwa dari tahun 2005 s/d 2007 adanya peningkatan keluarga/rumah tangga di Kec. Sangasanga yang berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu tahun 2005 ada 1819 keluarga (57,7%), tahun 2006 ada 2185 keluarga (66,0%) dan tahun 2007 menjadi 2480 keluarga (68,9%).Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbaikan kesadaran warga akan perilaku yang sehat. Walaupun cakupannya sudah melampaui target SPM yaitu 65 %, namun perlu ditingkatkan lagi demi pengoptimalan derajat kesehatan masyarakat Sangasanga dengan berbagai kegiatan : penyuluhan, konseling, dll

B. PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NAPZA (P3NAPZA) BERBASIS MASYARAKAT.

Upaya penyuluhan disini adalah semua usaha secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki prilaku manusia sesuai prinsip prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan NAPZA. Kegiatan penyuluhan, pencegahan, penanggulangan penyalahgunaan NAPZA, sasarannya tidak hanya pada sekolah melainkan juga ke masyarakat umum.
Tabel Penyuluhan Pencegahan, Penanggulangan Dan Penyalahgunaan Napza (P3NAPZA)
Kecamatan Sangasanga
Tahun 2005 S/D 2007
NO LOKASI PENYULUHAN KESEHATAN 2005 PENYULUHAN KESEHATAN 2006 PENYULUHAN KESEHATAN 2007
∑SEL. KEG. PENYLHN ∑ PENYLHN P3 NAPZA % ∑SEL. KEG. PENYLHN ∑ PENYLHN P3 NAPZA % ∑SEL. KEG. PENYLHN ∑ PENYLHN P3 NAPZA %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 DALAM GEDUNG 56 0 0,0 61 0 0,0 78 0 0,0
(Ruang Poli KIA, Poli Umum, R.Imunisasi, Pusban, dll)
2 LUAR GEDUNG 29 1 3,4 29 1 3,4 30 2 6,7
(Posyandu, Sekolahan, dll)
3 RUMAH 20 0 0,0 31 0 0,0 33 0 0,0
JUMLAH 105 1 1,0 121 1 0,8 141 2 1,4

Penyuluhan tentang NAPZA yang dilakukan di Kecamatan Sangasanga masih minim, yaitu total hanya 2 kali (1,4%) di tahun 2007 sehingga masih sangat jauh di bawah target Standar Pelayanan Minimal yang ditentukan yaitu 15 % dalam setahun. Oleh sebab itu penyuluhan tentang NAPZA perlu ditingkatkan lagi mengingat banyaknya anak remaja usia Sekolah dan penduduk usia produktif di Kecamatan Sangasanga yang sangat rentan sekali terhadap NAPZA, bahkan ada 1 (satu) orang pelajar SLTA yang putus sekolah akibat mengkonsumsi NAPZA. Dalam hal ini diperlukan koordinasi lintas Sektor (Dinas Kesehatan, Diknas, Depag, Kesra, Badan Narkotika Kabupaten/BNK, Kepolisian) agar saling proaktif dalam memerangi Narkoba, baik melalui kegiatan penyuluhan, poster, maupun deteksi dini melalui tes urine sehingga program memerangi dan menanggulangi narkoba/NAPZA dapat berjalan dengan baik.
Berikut adalah tabel pengguna NAPZA di Kec. Sangasanga Tahun 2007 yang diambil dari Laporan Kantor Kepolisiam Sektor Sangasanga.:
Kelurahan Jumlah Pengguna NAPZA Persen

Sangasanga Dalam 21 0,14
Jawa 15 0,10
Sarijaya 5 0,03
Muara 6 0,04
Pendingin 9 0,06
Kec.Sangasanga 56 0,38

C. POSYANDU PURNAMA DAN MANDIRI

Peran serta masyarakat di bidang kesehatan sangat besar. Wujud nyata bentuk keperansertaan masyarakat antara lain muncul dan berkembangnya upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM), misalnya posyandu.
Sebagai indikator peran aktif masyarakat melalui pengembangan UKBM digunakan persentase desa yang memiliki posyandu. Posyandu merupakan wahana kesehatan bersumberdaya masyarakat yang memberikan layanan 5 kegiatan utama (KIA, KB, Gizi, Imunisasi dan P2 Diare) dilakukan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat.
Di Sangasanga, jumlah posyandu yang ada untuk tahun 2005 sebanyak 25 buah posyandu. Tahun 2006 sama sebanyak 25 buah posyandu. Sedangkan pada tahun 2007 jumlah posyandu bertambah menjadi 27 buah posyandu dengan rincian 9 buah posyandu (33,3 %) ada di wilayah Kelurahan Sangasanga Dalam, 5 buah posyandu (18,5%) di wilayah Kelurahan Jawa, 5 buah posyandu (18,5%) di wilayah Kelurahan Sangasanga Muara, 5 buah posyandu (18,5%) di wilayah Kelurahan Pendingin dan 3 buah posyandu (11,1%) di wilayah Kelurahan Sari Jaya.
Adapun jumlah posyandu purnama dan mandiri di Sangasanga tahun 2005 baru mencapai 24 %. Tahun 2006 meningkat menjadi 28% dan pada tahun 2007 tidak terjadi peningkatan yang bermakna (29%), tabel dapat dilihat di profil Puskesamas. Bila dibandingkan dengan target tahun 2010 (40%) maka perlu peningkatan yang optimal dalam peran serta masyarakat.

II. HEALTH SEEKING BEHAVIOR
Dari hasil survey petugas tahun 2006 menunjukkan bahwa Puskesmas/Puskesmas Pembantu masih merupakan tempat berobat yang paling banyak dikunjungi oleh penduduk untuk berobat jalan, yaitu sebesar 56,2%. Tempat berobat jalan dengan persentase tertinggi berikutnya adalah praktek dokter sebesar 21,7% dan petugas kesehatan (17,8%). Sedangkan rumah sakit pemerintah dan swasta masing-masing sebesar 2,4% dan 1,1%, serta praktek tradisional 0.8%.

III. DESA SIAGA
Desa Siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah – masalah kesehatan meliputi; Kesehatan Lingkungan, KIA, Gizi Keluarga, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit Menular dan Pelayanan Kesehatan Dasar. Desa Siaga termasuk dalam program Promosi Kesehatan sesuai dengan visi Indonesia Sehat 2010. Di Kecamatan Sangasanga yang terdiri dari 5 ( lima ) Kelurahan, baru terbentuk 1 ( satu ) Desa Siaga yaitu di Kelurahan Sarijaya dan segera menyusul 4 ( empat ) Desa lainnya akan dibentuk pula sehingga sesuai dengan target Indonesia Sehat 2010 bahwa seluruh Desa di Kecamatan harus menjadi Desa Siaga.

MASALAH PROGRAM PROMOSI KESEHATAN

NO KEGIATAN SASARAN CAKUPAN TARGET % KESENJANGAN %
JML %

1 Persalinan oleh Bidan / Nakes
359 242 67,467 750 -7,5
2 Cakupan Pemberian ASI exklusif
100 21 21,4 80 – 58,6
3 JPKM – – – – -
4 Keluarga yang tidak Merokok 3602 KK 2017KK 56,0 65 – 9
5 Aktifitas Fisik Setiap Hari
3602 KK 3360 KK 93,3 65 + 28.3
6 Keluarga yang Makan Sayur dan Buah T’hari
3602 KK 2575 KK 71,5 65 + 6.5
7 Tersedianya Akses Air Bersih 3536 KK 3165 KK 89,5 70 + 19.5
8 Tersedia Jamban Sehat 3602 KK 3046 KK 84,6 65 + 19.6
9 Kesesuaian Luas Lantai dengan Jmlh Penghuni
3602 KK 2534 KK 70,3 65 + 5.3
10 Lantai Rumah bukan dari Tanah
3602 KK 3596 KK 99,8 65 + 34.8
11 Keluarga ber PHBS 3602 KK 2480 KK 68.9 65 + 3.9
11 Penyuluhan NAPZA – 141 2 1,4 15 – 13.6
12 Pembentukan &
Penyuluhan Desga
4 Kel./Desa 1 Kel. 20 100 – 80

PRIORITAS MASALAH
NO MASALAH C A R L NILAI PRIORITAS
1 Persalinan oleh Nakes masih rendah 5 4 2 3 120 I
2 Cakupan ASI exsklusif rendah 4 3 2 3 72 II
3 Pembentukan & Penyuluhan Desga 3 2 3 3 54 III
4 Rumah tangga yg merokok tinggi 5 3 2 1 30 IV
5 Penyuluhan NAPZA – 4 2 1 2 16 V
6 Penyuluhan PHBS – 3 2 1 2 12 VI

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH :
1. Persalinan oleh Nakes masih rendah ;
– Pendataan jumlah sasaran Bulin
– Mengambil Data Persalinan Nakes ke Praktek-praktek Bidan Swasta, Klinik Swasta, RS dan Pusban / Polindes
– Melakukan Patnership Bidan dengan Dukun Bayi
– Penyuluhan ke kelompok Bumil tentang, Resiko persalinan Non Nakes
– Peningkatan Kinerja Bidan Puskesmas, Pusban dan Polindes
– Mengikuti pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi Bidan yang belum dilatih
– Mempungsikan Puskesmas sebagai Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Poned sebagai tempat rujukan
– Perbaikan R/R

2. Cakupan ASI eksklusif masih rendah
– Penyuluhan tentang ASI Ekslusif
– Kerjasama dengan petugas yang melayani persalinan agar tidak memberikan sample susu kepada ibu yang baru saja melahirkan
– Mengadakan pelatihan perawatan payudara selama kehamilan untuk memperlancar ASI
– Menjalin kerjasama lintas sektor

3. Pembentukan dan penyuluhan Desa Siaga :
– Melengkapi sarana dan prasarana petugas PKM
– Pelatihan petugas PKM SS tentang Desa Siaga
– Pembentukan Badan Penyantun PKM
– Sosialisasi kepada masyarakat tentang Desa Siaga
– MMD untuk pembentukan Desa Siaga
– Pembentukan Poskesdes di tiap Kelurahan
– Pembinaan dan pengembangan Desa Siaga
4. Rumah Tangga merokok :
– Penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya rokok
– Menggalakkan area bebas rokok di tempat umum
– Survey Mawas Diri ke tiap rumah yg anggota keluarganya adalah perokok
– Mengkampanyekan lingkungan bebas tembakau
– Aktif memberikan informasi ttg penyakit menular TBC sbg dampak dari merokok

5. Penyuluhan NAPZA –
– Penyuluhan kepada anak sekolah/kelompok potensial tentang NAPZA
– Mengadakan kerjasama dengan instansi terkait ( mis: BNN & Kepolisian ) dlm hal penyuluhan NAPZA agar dapat menjelaskan pelanggaran hukum akibat penggunaan NAPZA
– Menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk memberantas pengedar NAPZA

6. Penyuluhan PHBS – :
– Aktif Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang PHBS
– Survey PHBS
– Membudayakan kepada masyarakat untuk menuju Kadarzi
– Penyuluhan lingkungan sehat dengan menggerakkan kemandirian masyarakat ( mis:3M ) serta pelayanan kesehatan dasar yang melibatkan UKBM
– Penyuluhan kepada anak sekolah tentang PHBS
– Membuat lefleat, poster dan spanduk tentang PHBS
– Bekerjasama dengan linsek dan pihak swasta dalam program PHBS, mis: pengangkutan sampah ke TPA, pembuatan tempat sampah, dll
– Penyuluhan ttg penyakit menular yg diakibatkan dari PHBS rendah
Mis: Diare,DHF, dll.

TUJUAN KEGIATAN
NO KEGIATAN TUJUAN
OUTPUT EFEK IMPACK
1 Penyuluhan KIA – (persalinan Nakes rendah) Jumlah persalinan yg ditolong Nakes Risti saat persalinan dpt tertangani dgn benar Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI)
2 Penyuluhan GIZI – / cakupan ASI eksklusif rendah Jmlh/cakupan ASI eksklusif Bayi mendapat kekebalan alami dari ASI eksklusif 80 % Busui memberikan ASI eksklusif pd bayinya
3 Penyuluhan Desa Siaga Penget bertambah, masy mengerti tentang Desga Peningkatan kemandirian utk mengatasi mslh2 kes. Masy.bersedia membentuk Desga di 4 Kel.
4 MMD dg linsek,stakeholder toma,toga,LSM & phk swasta m”btk bdn pnyantun Terbentuknya badan penyantun PKM Terjalin kerjasama dg phk swasta, linsek,stakeholder,toma,toga,LSM, Prog.berjln lancar dengan tambahan bantuan dana
5 Pembentukan Desa Siaga di 4 Kel. Jmlh Kel. mjd Desa Siaga Peningkatan kemandirian masy.mengatasi mslh2 kes. Terbentuk keempat Kel. Di Kec. SS mjd Desga
6 Pembentukan Poskesdes Jmlh Poskesdes tiap Kel. Meningkatkan cakupan pelayanan KIA/KB baik yg Risti atau tidak Poskesdes terbentuk di semua Desa Siaga
7 SMD PHBS Jmlh sampel RT berPHBS Teridentifikasi mslh2 kes. Yg ada di masy. (mis: TBC akibat RT merokok tinggi,dll) Diperoleh data akurat RT berPHBS

8 Intervensi hsl survey (Penyuluhan PHBS) Jmlh yg hadir mengerti materi yg disampaikan Tingkat pengetahuan masy. Ttg PHBS bertambah Masy.melaksanakn program PHBS
9 Revitalisasi Posyandu yg ada di Kec.Sangasanga Menambah pengetahuan & penyegaran kader Posy. Memotivasi & meningkatkan keaktifan kader Posy. Kegiatan Posy.mjd lebih aktif
10 Penyuluhan Peny.menular sbg dampak PHBS –(mis:TBC,DHF,Diare,dll) Pengeth.masy yg ikut penyuluhan bertambah Penurunan kasus penyakit menular Tidak terjadi KLB peny.menular
11 Penyuluhan NAPZA kpd anak sekolah – Pengeth.siswa ttg NAPZA bertambah, Siswa mengerti bahaya NAPZA jk dikonsumsi Para siswa tidak menggunakan NAPZA
12 Pelatihan petugas Promkes/study banding Meningkatkan motivasi & Pengeth.ptgs Promkes Lebih memahami dan menguasai tugas2 prog.Promkes Skill bertambah shg program berjln lancar
13 Melengkapi sarana/prasarana penunjang keg.Promkes Sarana penunjang keg.Promkes (Laptop, kendaraan, LCD ) Meningkatnya mutu penyuluhan/keg.Promkes Kelancaran keg. & kepuasan masy.
14 Penyuluhan Kesh. Ling. (TTU) Jmlh yg hadir dan paham saat penyuluhan Memotivasi masy.mandiri dlm menciptakan lingk.sht Lingkungan sekitar TTU bersih dan sehat
15 Pembinaan dan pengembangan Desga Jmlh Desga yg dibina Mengembangkan kemandirian masy.
mengatasi mslh2 kesh.dasar Kelima Desga yg sdh terbentuk terbina

POA

NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN BIAYA /SUMBER WKT TEMPAT PENANG GUNG JAWAB INDIKATOR KEBERHASILAN TARGET KEBERHASILAN KET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Melengkapi sarana/prasarana Meningkatkan kualitas pelayanan kpd masy. Puskesmas
(Program Promkes) APBD Kab. Kukar APBN Januari 2009 Puskesmas Sangasanga Pimpus Idha.H Fasilitas Promkes lengkap Kelancaran prog. Promkes & kepuasan masy.
2 Pelatihan Petugas Promkes Meningkatkn motivasi & pengeth. ptgs Ptgs Promkes PKM Sangasanga APBD Kab. Kukar APBN Januari 2009 Dinas Kesehatan Kab.Kukar Dinkes
Pimpus Skill ptgs bertambah & lbh menguasai tgs Prog.Promks
berjln sesuai rencana
3 Penyuluhan KIA
(Persalinan o/ Nakes rendah Meningkatkan pengeth.Ibu ttg pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga Kesh. WUS & Bumil APBD Kab. Kukar APBN Februari
2009 PKM SS
Posyandu Pimpus Idha. H WUS & Bumil yg hadir pd penyuluhan memahami materi 100% Bulin ditolong oleh Nakes shg menurunkan angka kematian Ibu
4 Penyuluhan
Gizi – / cakupan ASI Ekslusif rendah Bumil dan busui mengerti tentang ASI Ekslusif Bumil dan busui APBD Kab. Kukar APBN Februari 2009 PKM SS
Posyandu Pimpus Idha.H Ibu memberikan ASI Ekslusif Cakupan ASI Ekslusif 80%
5 Penyuluhn Desa Siaga Meningkatkan pengeth. masy. Ttg Desga Linsek/Stake holder, toma,toga, PKK,Kdr Posy,Krg Taruna,phk swasta,LSM APBD Kab. Kukar APBN Maret 2009 Gedung sandisa
BPU Kel. Pimpus Idha.H Masy. Yg hadir pd penyuluhan
memahami materi & mau membtk Desga 80% peserta memahami isi penyuluhan
6 MMD m”btk bdn pnyantun Meningkatkan kerjasama dg
masy.luas guna membantu kelancaran program Linsek/Stake holder, toma,toga, PKK,Kdr Posy,Krg Taruna,phk swasta,LSM APBD Kab. Kukar APBN Maret 2009 BPU di 4 Kel. Yg belum terbentuk Desga Pimpus Hj.Suriati Linsek/Stake holder, toma,toga, PKK,Kdr Posy,Krg Taruna,phk swasta,LSM bersedia membantu Terbtk badan penyantun
7 Pembentukan Desa Siaga di 4 Kel. Meningkatkan kemandirian masy.mengatasi mslh2 kesh.dasar 4 Desa yg belum terbentuk Desga APBD Kab. Kukar APBN April
2009 BPU di 4 Kel msg2 Pimpus Hj. Fitri Yani Masy. mampu
Mengatasi mslh kesh.dsr
&kegwtdaruratan scr mandiri &gtg royong
Terbentuk Desga di 4 Kel.
8 MMD Pembentukn Poskesdes Mencari alternative penyelesaian mslh utk membuat Poskesdes 4 Desga yg belum mempunyai Poskesdes APBD Kab. Kukar APBN April dan Mei
2009 BPU msg2
Kelurahan Pimpus Hj. Fitri Yani Masy. yg hadir pd saat pembentukan Poskesdes Terbentuk Poskesdes di 4 Desga
9 SMD PHBS Mengidentifikasi mslh2 kesh. Yg ada di masy.
mendapatkn data
akurat Masy Kec.SS yg sdh ditentukan sbg sampel APBD Kab. Kukar APBN Maret 2009 Wil. Kec. Sangasanga Pimpus Idha. H Maslh2 kesh.
di masy.
teridentifikasi
scr dini
shg mdh
ditangani Data yg akurat ttg PHBS
10 Intervensi hsl survey (Penyuluhan PHBS) Meningkatkan pengeth. Masy ttg PHBS Masy. di wil. Kerja PKM SS APBD Kab. Kukar APBN Juni
2009 Gedung Sandisa Pimpus
Idha. H Jmlh yg hadir memahami materi penyuluhan Masy.SS melaksanaknProg. PHBS
11 Revitalisasi Posyandu yg ada di Kec.Sanga sanga Penyegaran Posy. & meningkatkan motivasi serta pengeth. kader Posyandu 27 Posyandu yg ada di SS APBD Kab. Kukar APBN Mei 2009 PKM Sangasanga Pimpus Idha. H Peningkatan kegiatan di msg2 Posyandu/
Kinerja kader meningkat 27 Posyandu
direvitalisasi
12 Penyuluhan Peny.menular sbg dampak PHBS –(mis:TBC, DHF,Diare,dll) Meningkatkan pengeth. Masy.
Ttg penyakit
menular Masy. Kec.
Sangasanga APBD Kab. Kukar APBN Juli
2009 Gedung Sandisa Pimpus Idha. H Masyarakat
Memahami dampak penyakit menular Menurunnyakasus penyakit menular shg tdk tjd KLB
13 Penyuluhan NAPZA kpd anak sekolah – Meningkatkan
Pengeth. Siswa ttg bhy NAPZA Siswa SLTP/SLTA
APBD Kab. Kukar APBN Agustus
2009 Sekolah Pimpus dr.Tedy. A Siswa memahami materi NAPZA Para siswa tdk menggunakn
NAPZA
14 Penyuluhan Kesh. Ling. (TTU, dll) Meningkatkan pengeth. PHBS
Pentingnya menjaga
Kesehatan &
Kebersihan ling.
Tempat-tempat umum di Kec. Sangasanga APBD Kab. Kukar APBN Septem
ber
2009 Gedung Sandisa Pimpus Mulyono Masy. memahami materi penyuluhan & mau bekerjasama membersihkn TTU TTU memenuhi syarat kesh.
100 %
15 Pembinaan dan pengembangan Desga Meningkatkan & mengembangkn
Sist.Surveilans
P2M,Yankes dsr,PHBS,
UKBM serta pemberdayaan masy.menuju Kadarzi Masy.Kec Sangasanga APBD Kab. Kukar APBN Oktober s/d
Desem
ber
2009 Gedung BPU di 5 Kelurahan Pimpus
Idha. H Operasional Desga berjaln sesuai rencana 100 % Desga terbina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: