KIA

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.

a. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)

Pelayanan Antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, dan bidan) kepada ibu hamil selama kehamilannya, yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan natenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4.

Cakupan K1 atau juga di sebut akses pelayanan Ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan cakupan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatka pelayanan ibu hamil sesuai dengan sesuai standart serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi sekali pada trisemester pertama, sekali pada trismester kedua dan dua kali pada trisemester ke tiga. Anga ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil.

Gambaran persentasi cakupan pelayanan K1 Kecamatan Sangasanga tahun 2005 tercatat sebesar 80,3%, tahun 2006 sebesar 99,4% dan tahun 2007 sebesar 86,5%, Sedangkan K4 Tahun 2005 sebesar 75,4%, tahun 2006 sebesar 88,5% sedang tahun 2007 sebesar 83,8%.
Cakupan tahun 2007 ini berada masih dibawah target Dinas Kesehatan Kabupaten yaitu sebasar 95%, namun bila dilihat menurut target per kelurahan maka terdapat kelurahan yang berada di atas target Kabupaten yaitu kelurahan Sari Jaya dan kelurahan Jawa. Sedangkan untuk Kelurahan yang targetnya masih dibawah pencapaian adalah kelurahan Sangasanga Muara, kelurahan Pendingin dan kelurahan Sangasanga Dalam.

b. Pertongan persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan

Komplikasi dan kematian Ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki Kompetensi kebidanan ( Profesional). Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, termasuk pendampinagan meningkat, yaitu pada tahun 2005 sebesar 70,0 %, tahun 2006 sebesar 71,5% dan pada tahun 2007 sebesar 67,4%, cakupan ini masih dibawah target kabupaten sebesar 75%

c. Ibu Hamil dengan Resiko Tinggi yang dirujuk

Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh Bidan di desa dan Puskesmas, beberapa Ibu hamil diantaranya tergolong dalam kasus Resiko Tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan kesehatan rujukan. Persentase Ibu hamil Risti yang di rujuk selama tahun 2005 s/d tahun 2007 di Kecamatan Sangasanga cenderung meningkat dan persentase Ibu hamil Risti yang dirujuk per kelurahan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dari gambar tersebut diatas nampak bahwa persentase cakupan bumil Risti yang ditangani dan yang dirujuk masih rendah yaitu Tahun 2005 9,3%, tahun 2006sebesar 8,9 %, tahun 2007 sebesar 7,7% berada dibawah target yang seharusnya 100%.

d. Kunjungan Neonatus

Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada Neonatus ( 0-28 hari) minimal 2 kali, satu kali pada umur 0-7 hari dan dua kali lagi pada umur 8-28 hari. Dalam melaksanakan pelayanan Neonatus, petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Cakupan kunjungan Neonatus KN 1 dan KN 2 selama tahun 2005 s/d tahun 2007 di kelurahan sangasanga per kelurahan dalam dilihat pada gambar dibawah ini :

e. Kunjungan Bayi

Hasil kunjungan bayi di wilayah Kecamatan Sangasanga menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2005 s/d tahun 2007 adalah sebagai berikut. Pada tahun 2005 jumlah kunjungan bayi sebesar …….%, pada tahun 2006 sebesar…….% sedangkan untuk tahun 2007 kunjungan bayi sebesar ……%. Adapun kelurahan yang mendapat kunjungan bayi tertinggi adalah kelurahan……… sedangkan keluran dengan persentase kunjungan terendah adalah kelurahan ………

Gambar
PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI PUSKESMAS SANGASANGA TAHUN 2005 S/D TAHUN 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: